Apa aja sih tahap-tahap proses sablon itu ?
Okeyyy mimin akan jelaskan yaaa..
A. Tahapan Pracetak, yang termasuk dalam tahap ini adalah :
- Proses Design Kaos Sablon
Proses ini berkaitan dengan ide tau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu proses pencitraan sehingga ide/gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret (biasanya disebut design/artwork). Misalkan anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang makan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet. Pada saat itu gambaran tersebut hanya ada dibenak/imajinasi anda dena belim memiliki bentuk pencitraan yang konkret. Nah tugas anda selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, batgaiamana caranya? Ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography (menagmbil foto monyet yang sedang makan pisang), dengan gambar tangan (hand drawing), dan lain sebagainya. Pada intinya adalah, proses design mengubah ide/gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret yang dapat dilihat oleh semua orang (kecuali orang buta dan rabun), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda dapat diolah menjadi Film/klise sablon.
- Pembuatan Film/klise Sablon
Sekarang anda sudah memiliki desain yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah menyablon menjadi film/klise.
- Proses Stencil/Afdruk
Setelah anda memiliki film maka saatnya untuk memindahkan gambar/image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen, melalui apa yang disebut proses afdruk.
- Persiapkan Meja Kerja Anda
Ini sangat penting sebelum anda memuliai proses pencetakan sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba-tiba tinta yang anda gunakan habis atau anda lupa untuk menyediakan tempat pengeriangan media yang baru dicetak dan lain sebagainya.
B. Tahapan Saat Cetak Kaos Sablon
Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar, karena Tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring/screen. Selain itu, pelajari sifat-sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak semua tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin perlu anda ketahui adalah kecepatan tinta untuk mongering, biasanya ini bisa menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses percetakan, anda perlu melancarkan kembali pori-pori kain saring/screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut Karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat berbentuk dengan sempurna .
Catatan : salah satu berlebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan kaos adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan jika anda meinggalkannya di atas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curring untuk mengeringkannya.
C. Tahapan Pasca Cetak
Ada tiga hal (bisa lebih) yang biasanya perlu anda lakukan setelah selesai melakukan pencetakan yaitu :
- Proses Drying
Setiap cetak memerlukan waktu untuk menegring dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinda tersebut anda rasa telah mengering belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui prose salami (penjemuran – cukup diangin – anginkan saja) atau dengan bantuan mesin (kipas angin, blower, dsb.)
- Proses Curing
Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – Janis tinta tertentu, seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas (sekitar 143 – 166 derajat C), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk tinta karet/GL/ Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturnya (sekitar 110-130 derajat C).
Note : Banyak praktisi sablon yang sering mengabaikan atau tidak melakukan proses ini dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan buruknya mutu hasil cetak. Bila hasil cetak/print ternyata pecah-pecah, luntur, pudar, dsb, mungkin ada yang salah dengan tahapan atau curing yang anda lakukan.
- Proses Burning/Pengopenan
Ada jenis-jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar/memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna.